advertisement

Yogya Optimalkan Intensifikasi

Friday, March 3rd, 2017 - News
Advertisement
advertisement

DINAS Pertanian Daerah Istimewa Yogyakarta mengoptimalkan program intensifikasi pertanian seiring terus berkurangnya luas lahan sawah atau areal pertanian di daerah itu. Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian (Distan) DIY Yektining Rahajeng mengatakan intensifikasi pertanian dapat ditempuh antara lain dengan mendorong pemilihan bibit padi yang berkualitas disertai dengan penggunaan alat pertanian berteknologi modern.

”Intensifikasi harus dilakukan karena penyusutannya 200-250 hektar per tahun. Penyusutan terbesar di Bantul dan Sleman,” katanya, pekan lalu. Yektining mengatakan hingga 2016 luas lahan sawah di DIY mencapai 55.425 hektar, terdiri atas 10.366 hektar di Kulon Progo, 15.225 hektar di Bantul, 7.865 hektar di Gunung Kidul, 21.907 hektar di Sleman, dan 62 hektar di Kota Yogyakarta.

Bahkan dengan penyusutan lahan itu, untuk 2017 Distan DIY hanya berani menargetkan produksi padi mencapai 879.566 ton selama atau menurun dari target 2016 yang sebelumnya mencapai 920.000 ton. Yektining mengatakan selain dengan pemilahan bibit, intensifikasi lahan pertanian juga dapat dilakukan dengan menggencarkan sistem tanam ”jajar legowo” yang merupakan cara tanam padi sawah dengan pola beberapa barisan tanaman yang diselingi satu barisan kosong. Dengan sistem tanam tersebut, menurutnya, akan memungkinkan penanaman padi lebih banyak. Selain itu, penyinaran cahaya matahari lebih baik sehingga gabah lebih berkualitas.

“Sehingga ke depan bukan lagi kami imbau, tetapi kami wajibkan semua petani menerapkan sistem tanam jajar legowo,” katanya. Dalam pemanfaatan lahan pertanian yang terbatas, menurut Yektining, seharusnya lahan bukan hanya diperuntukkan menanam padi saja, melainkan juga dimanfaatkan untuk kegiatan bernilai ekonomi lainnya.

Oleh sebab itu, menurutnya, Distan DIY juga merencanakan program budi daya ikan air tawar di lahan sawah pertanian padi atau mina padi di Kabupaten Gunung Kidul di atas lahan seluas 27 hektar. Dengan program mina padi diharapkan para petani bisa semakin sejahtera dan bisa mengolah sawah mereka tidak hanya padi, akan tetapi bisa dengan budi daya ikan di sawah dibarengi dengan padi.

”Sehingga petani bukan hanya memanen tanaman padi, akan tetapi juga ikan,” katanya. Program mina padi yang rencananya diselenggarakan tahun ini akan memilih lahan di Kecamatan Ponjong dan Karangmojo. Dua kecamatan itu dinilai paling memiliki persediaan air melimpah dibanding kecamatan lain di kabupaten itu.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda DIY Gatot Saptadi mendorong pemerintah kabupaten/ kota segera merealisasikan Peraturan Daerah tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (PLP2B) untuk menekan potensi alih fungsi lahan pertanian.

Melalui Perda PLP2B telah ditentukan bahwa lahan pertanian dilindungi di DIY memiliki luas total 35.911 hektar, terdiri atas Kabupaten Sleman seluas 12.377,59 hektar, Kulon Progo 5.029 hektar, Bantul 13.000 hektar, dan Gunung Kidul 5.500 hektar. ”Luas lahan sudah ditentukan tetapi sampai sekarang belum ada satu kabupaten yang menentukan mana lahan yang dilindungi,” kata Gatot.

Advertisement
advertisement
Yogya Optimalkan Intensifikasi |admin |4.5