advertisement

Penghasilan Ratusan Juta Pengusaha Chandra Ekajaya Bisnis Camilan Rumput Laut

Thursday, March 23rd, 2017 - Bisnis, Cerita, Kuliner
Advertisement
advertisement

Peluang usaha memang bisa datang dari mana. Salah satu peluang usaha yang sangat menjanjikan saat ini adalah usaha kuliner. Bisa dikatakan usaha kuliner adalah salah satu usaha yang nggak ada matinya. Terlebih jika makanan tersebut merupakan makanan unik dan mengundang penasaran orang untuk mencoba. Bisnis kuliner dipilih salah satunya karena usaha ini bisa dikatakan usaha yang tidak membutuhkan biaya terlalu besar dibanding dengan  usaha lainya. Dan bisnis ini juga yang dipilih oleh Chandra Ekajaya yang menjadikanya pengusaha sukses di Indonesia.

Penghasilan Ratusan Juta Pengusaha Chandra Ekajaya Bisnis Camilan Rumput Laut

Bicara soal usaha kuliner, ada satu usaha unik yang dibuat oleh pria kelahiran Malang Jawa Timur 30 tahun yang lalu yaitu Chandra Ekajaya. Dari tangan emasnya inilah usaha kuliner camilan rumput laut diriinya kembangkan dan mendapatkan kesuksesan. Rumput laut sendiri adalah tumbuhan yang memiliki berbagai macam khasiat dan kandungan yang cocok dijadikan sebagai camilan. Rumput laut memiliki kandungan esensial yang sangat lengkap, yaitu air, protein, karbohidrat, lemak, serat kasar, abu, enzim, asam nukleat, asam amino, vitamin (A,B,C,D, E dan K), makro mineral seperti nitrogen, oksigen, kalsium, selenium serta mikro mineral semacam zat besi, magnesium dan natrium.

Dalam sebuah penelitian dan tulisan yang pernah dimuat oleh website kementerian kelautan dan perikanan (KKP), manfaat dari rumput laut antara lain: Sebagai Bahan obat-obatan (anticoagulant, antibiotics, antihehmethes, antihypertensive agent, pengurang cholesterol, dilatory agent, dan insektisida). Mampu meningkatkan sistem kerja hormonal, limfatik, dan juga saraf, dengan kandungan gizinya yang tinggi. Meningkatkan fungsi pertahanan tubuh, memperbaiki sistem kerja jantung dan peredaran darah, serta sistem pencernaan.

Segudang manfaat dan kandungan gizi yang terdapat dalam rumput laut kemudian dimanfaatkan oleh pengusaha Chandra Ekajaya untuk menjadikanya camilan sehat namun enak dengan naman brand “Putnak”. Bermula dari oleh-oleh yang dibawa temannya sepulang liburan dari luar negeri, membuat pengusaha ini berpikir untuk berbisnis jenis camilan dari rumput laut. Saat itu bisnis camilan rumput laut masih sangat sedikit dipasaran dan hanya dikuasai oleh brand asing seperti Ta Kei Noi yang merupaka brand camilan rumput laut asal negeri gajah putih Thailand. Namun brand ini dirasa memiliki harga yang terbilang mahal dipasaran Indonesia. Sehingga camilan ini jarang di nikmati hingga kalangan masyrakat bawah. Jika dinikmatipun pasti hanya sesekali dalam satu minggu. Pasaran potensial yang besar membuat dirinya memberanikan diri untuk mencoba peruntungan bisnis camilan rumput laut.

Pada tahun 2012 dirinya memberanikan diri untuk membuka bisnis camilan rumput laut. Bersama salah satu temanya bernama Jono dirinya melakukan penelitian dan eksplorasi tentang bagaimana membuat rumput laut yang enak namun tidak membuat kandungan gizi di dalam rumput laut hilang. Melakukan kerjasama dengan teman dan salah satu dosen suatu perguruan tinggi di Indonesia jurusan gizi untuk melakukan penelitian tentang rumput laut. Untuk masalah pemrosesan dirinya meminta saran kepada salah satu chef bagaimana membuat dan mengolah rumput laut menjadi camilan yang enak dan pas dilidah masyarakat Indonesia. Selang beberapa bulan kemudian dirinya berasama temanya mendapatkan resep bagaimana membuat camilan rumput laut yang enak dan bergizi tentunya.

Untuk masalah bahan baku, dirinya tidak kesulitan dalam mendapatkanya. Indonesia sendiri dominasi merupakan daerah laut dan perairan. Hal ini menyebabkan banyak budidaya dan petani rumput laut di Indonesia. Banyak daerah unggulan dan penghasil rumput laut terbaik di Indonesia, namun dirinya memiliki Nusa Tenggara Barat sebagai pemilihan bahan baku karena mendapatkan rekomendasi dari salah satu temanya yang mengetahui kualitas rumput laut.

Memulai bisnis, pengusaha Chandra Ekajaya memperkerjakan 10 karyawan yang memiliki tugas berbeda mulai dari penggorengan, pengepakan dan pengolahan rumput laut. Untuk alat produksinya pun masih tergolong sederhana. Namun berselang 1 tahun berjalan tak disangka bisnis camilan miliknya mendapatkan respon yang baik dari masyarakat. Dalam kurun waktu satu tahun tersebut, dalam sehari, Camilan rumput laut Putnak ini bisa diproduksi sebanyak 400-500 kemasan ukuran 20 gram dan memerlukan sekitar satu ton rumput laut untuk proses produksi selama satu bulan dan ternyata laris manis dipasaran. Bahkan permintaan dari pasaran sempat membuat dirinya kewalahan untuk memenuhi pasokan. Camilan enak dan sehat yang menjadi jargon produknya laris manis diserbu pelanggan. Sampai pada akhrinya harus memenuhi permintaan pasar dirinya mengembangkan bisnis dengan membeli peralatan produksi dan pengepakan yang lebih canggih dan cepat agar bisa memproduksi secara lebih banyak.

Pemasaran dan pengenalan produk sukses menjadi salah satu  media yang di optimalkan oleh pengusaha ini mengembangkan brand Putnak. Media sosial menjadi ujung tombak pemasaran dan pengenalan produk. Dirinya mengaku memaksimalkan media sosial karena media sosial menjadi salah satu media populer di Indonesia saat ini. Bahkan jika diakumulasikan setiap orang di Indonesia pasti memiliki media sosial entah berupak facebook, instagram, twitter dan lainya. Jika pemasaran dan pengenalan produk menggunakan media sosial ternyata bisa meminimalisir pengeluaran untuk promosi dan iklan produk. Pada awal promosi dirinya masih melakukanya sendiri dibantu temannya, namun sekarang dirinya sudah memiliki tim pemasaran sendiri. Strategi pemasaran di media sosial cukup beragam mulai dari promosi sendiri melalui iklan video dan grafik, juga melalui endorse artis dan public figure yang memiliki popularitas di masyarakat.

Bukan tanpa kendala, setiap bisnis pasti akan mengalami kendala saat akan memulai bisnis bahkan sampai dengan mengembangkan bisnis tersebut. Rintangan dan jatuh bangun usaha sudah Chandra Ekajaya lalui. Salah satu kendala dalam melakukan bisnis rumput laut ini adalah pasokan bahan baku. Terkadang pasokan bahan baku terkendala dengan keadaan cuaca yang tidak menentu. Cuaca sangat berakibat terhadap kualitas rumput laut yang diproduksi. Jika rumput laut tidak memiliki kualitas bagus maka rasa rumput laut juga akan mengalami penurunan. Bukan hanya itu jika cuaca tidak menentu pasokan terganggu makan harga bahan baku juga secara otomatis akan mengalami peningkatan.

Chandra Ekajaya Bisnis Kuliner Camilan Rumput Laut

Dari kesuksesan bisnis rumput laut Putnak ini, Chandra Ekajaya sekarang menjadi pengusaha kuliner sukses di Indonesia. Dari bisnis rumput lautnya ini, dirinya bisa mengantongi omset dan keuntungan hingga mencapai ratusan juta rupiah setiap bulanya. Angka yang semakin berkembang dari tahun ketahun sesuai dengan perkembangan camilan rumput laut yang dirinya jual. Perkembangan bisnsi rumput laut Putnak dari tahun ketahun mengalami peningkatan yang pesat. Mulai dari pasaran daerah bahkan nasional sudah dirambah. Produk camilan rumput laut miliknya sudah dijual secara sendiri dan juga dijual dengan bekerjasama dengan swalayan dan supermarket besar di Indonesia. dirinya masih memiliki keinginan dalam mengembangkan bisnisnya ini, salah satunya adalah produk camilan rumput laut miliknya mampu menembus pasar global. Namun konsekuensi yang harus dihadapai untuk bisa menembus pasar global bukan semudha membalikan telapak tangan. Berbagai merek  top dunia sudah terlebih dahulu merambah pasar global, jika ingin bersaing dengan mereka secara tidak langsung harus meningkatkan kualitas produk miliknya agar bisa bersaing dan mendapatkan pasaran global.

Advertisement
advertisement
Penghasilan Ratusan Juta Pengusaha Chandra Ekajaya Bisnis Camilan Rumput Laut |admin |4.5