advertisement

Chandra Ekajaya Mencoba Paralayang di Bukit Parangtritis Bantul

Friday, January 27th, 2017 - Wisata
Advertisement
advertisement

Chandra Ekajaya Paralayang

Chandra Ekajaya mencoba sensasi paralayang di Bukit Parangtritis. Kegiatanya ini dilakukan ketika sembari mengunjungi kota Yogyakarta dalam rangka kerjasama bisnis. Dirinya menyempatkan untuk pergi menikmati Paralayang di Bukit Parantritis karena penasaran ingin mencoba sensasi berparalayang.

Paralayang sendiri merupakan suatu olahraga udara yang menggunakan sayap dari kain atau yang disebut dengan parasut dengan tujuan untuk ber-wisata atau bersenang-senang di langit. Olahraga ini bisa dikategorikan sebagai olahraga ekstream, karena olahraga ini memerlukan nyali tinggi.

Kegiatan paralayang di bukit Parangtritis merupakan salah satu kegiatan favorit disini. Bukit parangtritis menjadi salah satu favorit spot paralayang di Yogyakarta, disini sering diadakan perlombaan atau event daerah maupun nasional.

Chandra Ekajaya Parangtritis Keren

Sebagai pemula Chandra Ekajaya ketika mencoba paralayang harus di damping dengan instruktur, hal ini dilakukan agar tidak terjadi hal yang tidak diinginka. Dari atas kita bisa melihat pemandangan hamparan laut pantai selatan sejauh mata dapat memandang.

Chandra Ekajaya Wow

Untuk datang ke bukit Parangtritis ini Chandra Ekajaya harus menadaki bukit terlebih dahulu. Selain menjadi spot paralayang, bukit ini juga menawarkan pemandangan yang sangat indah. Dari atas bukit pengunjung bisa melihat garis pantai parangtritis dan lautan pantai selatan yang menakjubkan.

Untuk menikmati pralayang itu tidak dengan cuma-cuma, Chandra Ekajaya menggunakan paket harga tandem paraglidingnya Rp375.000 untuk wisatawan lokal, dan Rp 475.000 untuk mancanegara/foreigner tanpa asuransi dan dengan menandatangani surat pernyataan jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Helm dan perangkat pendukung akan disediakan oleh team.

Chandra Ekajaya menyarankan Untuk melakukan olahraga Paralayang sendiri sangat tergantung pada angin. Untuk tebing Parangtritis, paralayang biasanya dimulai saat musim penghujan/angin barat tiba sekitaran bulan November – April. Di luar waktu tersebut bisa dikatakan libur karena angin berhembus dari arah belakang.

Bagi yang ingin sekolah kursus terbang paralayang disini juga tersedia sekolah paralayang, bahkan beberapa pilot juga menerima murid. Biaya kursus paralayang itu sendiri berkisar anatara 8juta rupiah dengan fasilitas terbang akan dipinjami oleh instruktur dan ini merupakan salah satu fasilitas yang memudahkan orang yang akan mencoba.

Advertisement
advertisement
Chandra Ekajaya Mencoba Paralayang di Bukit Parangtritis Bantul |admin |4.5