advertisement

Chandra Ekajaya Bicara Imigran

Tuesday, February 28th, 2017 - Bisnis, Cerita, News, Ulasan
Advertisement
advertisement

 

Dok.Chandra Ekajaya

Pengusaha Chandra Ekajaya menyatakan bahwa tidak semua imigran ditolak oleh negara yang menampungnya. Di negeri Belanda sejak 2009 yang menjadi Wali Kota Rotterdam adalah Ahmed Aboutaleb, orang Maroko (anak seorang imam) yang pindah ke Belanda pada usia 15 tahun (1976), bersama ibu dan saudara-saudaranya untuk mencari kehidupan yang lebih baik. Aboutaleb langsung belajar bahasa Belanda agar dapat bersekolah dan bergaul.

Dia juga bekerja sambil sekolah sampai menjadi insinyur elektro dengan spesialisasi telekomunikasi. Aboutaleb memulai karimya sebagai wartawan untuk radio dan televisi, lalu menjadi pegawai negeri bekerja di lembaga-lembaga pemerintah, menangani bidang multi budaya. Dia menjadi politikus Partai Buruh (Labour Party) dan duduk di DPRD Amsterdam bahkan pada 2007 dia diangkat menjadi Wakil Menteri Sosial dan Ketenagakerjaan. Awal 2009 dia dipercaya untuk memegang jabatan Wali Kota Rotterdam, kota pelabuhan terbesar di dunia, yang dihuni oleh 640.000 penduduk dengan 170 kebangsaan.

Dok.Chandra Ekajaya

Menurut pengusaha Chandra Ekajaya, Aboutaleb merupakan wali kota pertama di Belanda (dan di Eropa) yang beragama Islam. Baginya integrasi merupakan faktor utama bagi imigran untuk dapat hidup sukses di negeri orang. Oleh karena itu, meski rajin beribadah Aboutaleb pernah mengusulkan aturan agar perempuan Muslim di Belanda melepaskan burka mereka dan mencari pekerjaan. Dia pun menyerukan kepada kelompok Muslim untuk menyesuaikan diri dengan norma dan aturan di Belanda. Jika tidak mau, pulang saja ke negara asal mereka, ujarnya.

Aboutaleb berhasil memimpin warga dan mengatur Rotterdam dengan sangat baik. Beberapa tahun lalu dia terpilih sebagai wali kota terbaik sedunia dan diundang Presiden Obama untuk berbicara di depan peserta sidang PBB di New York, menceritakan tentang caranya menciptakan perdamaian antar berbagai bangsa yang bermukim di Rotterdam.

Pengusaha Chandra Ekajaya menambahkan bahwa tahun yang lalu Gubernur Ahok berkunjung ke Rotterdam, menemui Wali Kota Aboutaleb. Keduanya sama-sama nonpribumi dan minoritas yang berhasil menyesuaikan diri dengan lingkungannya dan menunjukkan integritas untuk bekerja bagi kepentingan masyarakat. Integritas lebih penting daripada etnisitas.

Advertisement
advertisement
Chandra Ekajaya Bicara Imigran |admin |4.5